Selasa, 30 Juni 2009

Artikel menarik nie...perselingkuhan emosional

Ketika Anda merasa bahwa suami secara fisik ada di sisi, namun pikirannya entah di mana. Anda mulai curiga, namun ia tetap mengelak bahwa ia berselingkuh dengan orang lain. Tak ada bukti. Namun, ia tetap terasa jauh dari Anda.

Umumnya, mereka yang berselingkuh secara emosional tak mau membagi aspek hidup mereka kepada pasangan hidupnya. Mereka tak mau membagi emosi mereka. Cenderung tak mau melewatkan waktu bersama pasangan hidupnya, dan sering menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman spesialnya. Jika mereka membicarakan tentang ‘persahabatannya’ bersama orang spesial, mata mereka seperti berbinar. Orang ketiga ini seperti sangat spesial, unik, dan mengerti dirinya.

Sikapnya berubah
Jika Anda memiliki kesempatan untuk bisa melihat bagaimana pasangan Anda bersama orang yang Anda curigai, biasanya mereka akan memiliki kontak fisik. Bukan dalam artian erotis, melainkan koneksi fisik yang tak kentara. Misal, mata lebih berbinar, pupil membesar, atau intonasi suara yang berfluktuasi.

Ada pula kemungkinan, ketika pasangan Anda mulai semakin dekat dengan orang ketiga, ia akan mulai membandingkan Anda dan orang itu. Sepertinya orang ketiga itu selalu benar, sementara Anda, pasangan hidupnya, selalu salah. Tak jarang malah pasangan Anda akan menyalahkan Anda atas apa yang terjadi. Ini bisa jadi karena pasangan Anda mencari kambing hitam, memberinya alasan untuk menjustifikasi perselingkuhan emosionalnya.

Karena perselingkuhan psikis semacam ini bisa mencetuskan sebuah kerusakan terhadap hubungan suami-istri, Anda akan makin melihat adanya penghindaran dari dirinya. Tak heran jika ia menghindar, mencari kegiatan lain, misalnya jadi menghabiskan banyak waktu di depan komputer, pulang telat, dan lainnya. Hal itu semata-mata agar mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan orang yang ia senangi.

Mengapa?

Seseorang bisa mengalami perselingkuhan psikis atau emosional di usia berapa pun, bisa saja terjadi pada pasangan yang baru menikah, bahkan pasangan yang sudah sekian puluh tahun menikah. Komitmen adalah kuncinya. Memang ada yang namanya krisis paruh baya, yakni sebuah pencarian jati diri yang terjadi di usia paruh baya. Saat ini, seseorang sering mencari sesuatu yang lebih dalam hidup, yang bisa saja berarti mencari seseorang yang baru, namun bisa juga dengan mencari karier atau hobi baru. Adapun perselingkuhan emosional adalah ketika seseorang mencari orang baru agar ia bisa mencari pengalaman emosional yang sama sekali baru.

Perselingkuhan emosional vs seksual
Perselingkuhan fisik menyangkut orang yang berhubungan dengan pihak lain dalam lingkup erotik. Mereka bisa saja memiliki perasaan sayang terhadap satu dan yang lainnya, namun bukan itu yang mendorong mereka berhubungan. Perselingkuhan fisik lebih bersifat nyata, sementara perselingkuhan psikis cenderung tak kentara. Butuh lebih banyak waktu untuk mengumpulkan bukti-buktinya, dan lebih mudah untuk disangkal.

Ada tiga perbedaan utama dalam persahabatan dan perselingkuhan emosional. Persahabatan selalu terbatas dalam keberadaannya. Persahabatan tak selalu melindungi, sementara hubungan bersifat meliputi dan melindungi. Persahabatan biasanya tidak membuat sebuah pernikahan kehilangan energi. Justru persahabatan membantu pernikahan temannya berlangsung baik. Persahabatan tidak mengandung ancaman, sementara perselingkuhan emosional menguras tenaga. Persahabatan tidak akan menyebabkan perceraian.

Seseorang yang sedang menjalani perselingkuhan emosional tak jarang tak mengetahui bahwa dirinya sedang melakukan hal tersebut. Tak ada yang bisa tahu, apakah perselingkuhan semacam ini terjadi dalam waktu cepat dan akan berakhir cepat atau sebaliknya. Tak jarang pula hubungan ini bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun.

Tanda-tanda berselingkuh secara emosional
Anda akan lebih memilih makan siang/malam dengan orang yang bukan pasangan Anda. Kadang sahabat Anda (pria atau wanita) bisa membaca isi pikiran Anda. “Teman” Anda tersebut lebih bisa memenuhi kebutuhan emosional Anda ketimbang pasangan Anda. Rasanya hampa, sepi, dan merana ketika Anda tak bisa menghubungi “sahabat” Anda itu.

Artikel ini saya posting dari kompas tgl 27 juni 2009, kyak na ini bener2 menarik dan moga tidak terjadi dalam hubungan pernikahan qta.



Kamis, 25 Juni 2009

Rutinitas yang menyenangkan

Saat ini kurasakan nikmatnya menjadi ibu rumah tangga yang sebenarnya dimana semua pekerjaan rumah mampu kuhandle dengan baik dan karier juga bisa kujalankan. Rutinitas pagi hari aq bangun jam 5 pagi (meski sebelum na jam 6 baru bisa buka mata heheh...) trus masak buat yang tersayang kali ini masak 2 periode satu untuk hubby satu untuk anak dan seneng na saat melihat mereka makan dengan lahap. Sae masak sembahyang baru deh bangunin sikecil rapi'in bajuna baru deh maen-maen sebentar nah saat jam nunjukin jam 7 baru siap2 buat gawe Bagus dah siap deh maen lagi sama mbok na....Bener na berat banget ninggalin Bagus untuk gawe pengen maen terus di rumah sama dia (i love u my son...)
Delapan jam kulalui di kantor dari jam delapan mpe jam lima sore detik2 mau pulang adalah saat yang kunanti untuk berkumpul kembali dengan belahan jiwa. Kadang kala sebelum pulang meski mampir ke pasar buat beli persiapan besok (dasar cewek seneng na ke pasar mulu...). Mpe rumah seneng banget liat Bagus nunggu di gerbang sambil nyebut Ibu..Ibu...ga kerja lagi...? Cium pipi kanan pipi kiri Bagus maen lagi dan aku siap2 masuk dapur. Aku lanjut buat masakan sore trus siapin bumbu dan masakan buat esok pagi (biar ga kelabakan...). Hubby biasa na nengok "masak apa ma??..." Siap semua lanjut dengan mencuci pakaian lgs mandi baru deh siap2 buat sembahyang..rasana tenang banget selesai sembahyang. Lanjut makan malam sekeluarga baru deh saat na nemeni si Bagus maen,baca cerita,denger celotehanna dia ihhh gemess banget kadang harus rela badan pegel-pegel dijadiin kuda diajak gulat wuahhh maenan cowo dah hubby kadang mpe nyerah hehehe...Nah capee maen baru deh Bagus rewel krn ngantuk keloni dia sambil cerita ato dengerin musik eh pake acara minta dipijat segala lho (biar bobo na lelap..) Baru deh waktu untuk ku santai bentar nonton TV,internetan sambil ngobrol 'ma hubby eh....ga terasa dah malam saatna bobo....sszztttttt....
Wuih nikmat banget ngejalani semua itu,rasa cape hilang gitu ngeliat wajah cerah belahan jiwaku.. Tapi waktu rasana terlalu singkat masih pengen menikmati waktu lebih lama di rumah bareng hubby n son...malam cepet datang eh pagi juga cepet berlalu rasa na kurang sehari ntu 24 jam coba lebih ya hemmmm....
Tapi terimakasih Tuhan aku masih bisa menikmati semua ini dengan senyuman aku bahagia banget dan akan kujalani hari dengan kebahagiaan agar belahan jiwaku juga bisa merasakan kebahagiaanku... GBU.

Anugerah terindah yang kumiliki

Bagaimana ya caranya mencari ketenangan diri. Ketenangan itu datangnya dari dalam diri bukan dari pemberian orang,kita yang bisa membuat diri kita bahagia bukan orang lain. Dan saat ini aku sedang berusaha untuk mencari ketenangan itu setelah kutemui kan kuberi untuk belahan jiwaku my hubby n my son...
Apapun yang kuhadapi saat ini harus bisa kulalui dengan ketegaran hati dengan senyuman dan pasti kebahagiaan akan kuraih... Anugerah Tuhan untukku sangat besar bisa mempunyai keluarga yang bahagia meski ada juga kerikil-kerikil kecil dan kuanggap itu hal yang wajar,dan anugerah ini akan kujaga semampuku seumur hidupku karena mereka adalah belahan jiwaku...
I love u my dear....